Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia
Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia
– Dari waktu ke waktu kenampakan alam Kepulauan Indonesia mengalami
perubahan. Perubahan itu mempengaruhi ekosistem yang ada di dalamnya.
Fauna yang hidup di Indonesia bagian barat lebih mendekati jenis fauna
yang ada di daratan Asia. Sebaliknya, fauna yang hidup di Indonesia
bagian timur pun mendekati fauna yang ada di Benua Australia. Demikian
pula halnya dengan beragam jenis floranya. Bagaimana dengan kehidupan
manusia yang ada di Kepulauan Indonesia?
Umur
bumi bisa dibagi menjadi beberapa zaman. Zaman
palaeozoikum, mesozoikum, dan neozoikum. Tiap-tiap zaman memiliki
ciri-ciri tersendiri. Manusia diperkirakan mulai menghuni bumi pada
zaman neozoikum masa kuarter. Apakah manusia zaman itu mirip dengan
manusia zaman sekarang? Inilah yang senantiasa diteliti oleh para ahli.
Para ahli perlahan-lahan berhasil menyingkap tabir perkembangan manusia
sehingga lahirlah beragam pendapat dan teori tentang asal usul manusia.
Namun, mereka sepakat bahwa kurun waktu di saat manusia belum mengenal
tulisan itu disebut dengan zaman prasejarah.

Sejak
pertama kali bumi diciptakan hingga saat ini baik bumi maupun kehidupan
didalamnya selalu mengalami perkembangan dan kemajuan dalam berbagai
bidang, perkembangan tersebut terbagi dalam setiap zaman seperti
arkaezoikum, paleozoikum, mesozoikum dan neozoikum. Dibawah ini akan
dijelaskan sedikit mengenai zaman-zaman tersebut.
- Zaman Arkaezoikum adalah zaman yang paling tua, berlangsung sekitar 2500 juta tahun yang lalu, pada masa ini belum ada kehidupan karena buni masih dalam proses pembentukan serta permukaannya masih sangat panas.
- Zaman Paleozoikum biasa disebut zaman primer, pada masa ini suhu bumi menurun atau bumi mulai mendingin. Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu dan pada masa ini juga muncul makhluk hidup bersel satu yang diperkirakan sebagai makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi.
- Zaman Mesozoikum / Zaman Sekunder atau biasa disebut Zaman Reptile, Masa ini berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu, di zaman ini hidup reptile-reptile raksasa seperti Dinosaurus.
- Zaman Neozoikum adalah zaman yang sudah mulai stabil di mana sudah ada hewan menyusui yang hidup pada masa ini sekaligus berkurangnya hewan reptile besar, zaman ini masih terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
- Zaman Divilum / Pleistosen atau disebut juga dengan zaman es karena pada zaman ini es didaerah kutub mulai mencair karena perubahan iklim yang berlangsung sekitar 600.00 tahun yang lalu. Manusia juga sudah mulai hidup pada zaman ini.
- Zaman Alluvium / Holosen berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu di tandai dengan munculnya nenek moyang dari manusia modern yaitu homo sapiens.
Masa Praaksara dan Prasejarah Di Indonesia
A. Pengertian Masa Prasejarah atau Praaksara
Prasejarah
atau Praaksara adalah zaman dimana manusia tidak atau belum mengenal
tulisan, pra berarti belum / tidak dan aksara berarti huruf atau
tulisan. Setiap bangsa didunia mengalami masa praaksara yang berbeda
begitu juga hilangnya masa praaksara tersebut, setelah manusia mengenal
tulisan maka berubah menjadi zaman sejarah.
B. Jenis-Jenis Manusia Purba Yang Pernah Hidup Di Indonesia
Berdasarkan
penelitian dan fosil yang ditemukan oleh para arkeolog serta ahli
lainnya banyak sekali fosil puba ditemukan di Indonesia terutama di
Pulau Jawa. Dari banyaknya fosil yang ditemukan di pulau jawa ada
sebagian besar yang ditemukan di Lembah Sungai Brantas dan Lembah
Begawan Solo, yang membuktikan kalau ditempat itulah mereka tinggal.
Jenis-jenis manusia yang hidup di Indonesia adalah :
- Meganthropus Paleojavanicus, berarti manusia purba besar dan tua yang hidup di Jawa, ia memiliki tubuh yang kekar. Manusia purba ini ditemukan di Sangiran, Surakarta oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 dan 1941.
- Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera tegak berdiri, dengan ciri-ciri berbadan tegak dan memiliki tinggi sekitar 165-180 cm. Manusia purba ini ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil dekat Begawan Solo Surakarta tahun 1891 dan merupakan manusia purba yang paling banyak ditemukan di Kedungtrubus, Trinil, Mojokerto, Sangiran dan Ngandong.
- Homo, berarti manusia ada beberapa jenis homo yaitu homo soloensis, homo wajakensis dan homo sapiens, keadaan dan ciri fisik mereka lebih sempurna dibanding Manusia purba sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar