Rabu, 15 Maret 2017

Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia

Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia – Dari waktu ke waktu kenampakan alam Kepulauan Indonesia mengalami perubahan. Perubahan itu mempengaruhi ekosistem yang ada di dalamnya. Fauna yang hidup di Indonesia bagian barat lebih mendekati jenis fauna yang ada di daratan Asia. Sebaliknya, fauna yang hidup di Indonesia bagian timur pun mendekati fauna yang ada di Benua Australia. Demikian pula halnya dengan beragam jenis floranya. Bagaimana dengan kehidupan manusia yang ada di Kepulauan Indonesia?
Umur bumi bisa dibagi menjadi beberapa zaman. Zaman palaeozoikum, mesozoikum, dan neozoikum. Tiap-tiap zaman memiliki ciri-ciri tersendiri. Manusia diperkirakan mulai menghuni bumi pada zaman neozoikum masa kuarter. Apakah manusia zaman itu mirip dengan manusia zaman sekarang? Inilah yang senantiasa diteliti oleh para ahli. Para ahli perlahan-lahan berhasil menyingkap tabir perkembangan manusia sehingga lahirlah beragam pendapat dan teori tentang asal usul manusia. Namun, mereka sepakat bahwa kurun waktu di saat manusia belum mengenal tulisan itu disebut dengan zaman prasejarah.Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia
Sejak pertama kali bumi diciptakan hingga saat ini baik bumi maupun kehidupan didalamnya selalu mengalami perkembangan dan kemajuan dalam berbagai bidang, perkembangan tersebut terbagi dalam setiap zaman seperti arkaezoikum, paleozoikum, mesozoikum dan neozoikum. Dibawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai zaman-zaman tersebut.
  1. Zaman Arkaezoikum adalah zaman yang paling tua, berlangsung sekitar 2500 juta tahun yang lalu, pada masa ini belum ada kehidupan karena buni masih dalam proses pembentukan serta permukaannya masih sangat panas.
  2. Zaman Paleozoikum biasa disebut zaman primer, pada masa ini suhu bumi menurun atau bumi mulai mendingin. Zaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu dan pada masa ini juga muncul makhluk hidup bersel satu yang diperkirakan sebagai makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi.
  3. Zaman Mesozoikum / Zaman Sekunder atau biasa disebut Zaman Reptile, Masa ini berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu, di zaman ini hidup reptile-reptile raksasa seperti Dinosaurus.
  4. Zaman Neozoikum adalah zaman yang sudah mulai stabil di mana sudah ada hewan menyusui yang hidup pada masa ini sekaligus berkurangnya hewan reptile besar, zaman ini masih terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
  • Zaman Divilum / Pleistosen atau disebut  juga dengan zaman es karena pada zaman ini es didaerah kutub mulai mencair karena perubahan iklim yang berlangsung sekitar 600.00 tahun yang lalu. Manusia juga sudah mulai hidup pada zaman ini.
  •  Zaman Alluvium / Holosen berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu di tandai dengan munculnya nenek moyang dari manusia modern yaitu homo sapiens.

Masa Praaksara dan Prasejarah Di Indonesia

A. Pengertian Masa Prasejarah atau Praaksara
Prasejarah atau Praaksara adalah zaman dimana manusia tidak atau belum mengenal tulisan, pra berarti belum / tidak dan aksara berarti huruf atau tulisan. Setiap bangsa didunia mengalami masa praaksara  yang berbeda begitu juga hilangnya masa praaksara tersebut, setelah manusia mengenal tulisan maka berubah menjadi zaman sejarah.
B. Jenis-Jenis Manusia Purba Yang Pernah Hidup Di Indonesia
Berdasarkan penelitian dan fosil yang ditemukan oleh para arkeolog serta ahli lainnya banyak sekali fosil puba ditemukan di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Dari banyaknya fosil yang ditemukan di pulau jawa ada sebagian besar yang ditemukan di Lembah Sungai Brantas dan Lembah Begawan Solo, yang membuktikan kalau ditempat itulah mereka tinggal.
Jenis-jenis manusia yang hidup di Indonesia adalah :
  1. Meganthropus Paleojavanicus, berarti manusia purba besar dan tua yang hidup di Jawa, ia memiliki tubuh yang kekar. Manusia purba ini ditemukan di Sangiran, Surakarta oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 dan 1941.
  2. Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera tegak berdiri, dengan ciri-ciri berbadan tegak dan memiliki tinggi sekitar 165-180 cm. Manusia purba ini ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil dekat Begawan Solo Surakarta tahun 1891 dan merupakan manusia purba yang paling banyak ditemukan di Kedungtrubus, Trinil, Mojokerto, Sangiran dan Ngandong.
  3. Homo, berarti manusia ada beberapa jenis homo yaitu homo soloensis, homo wajakensis dan homo sapiens, keadaan dan ciri fisik mereka lebih sempurna dibanding Manusia purba sebelumnya.
sumber: http://www.artikelind.com/2014/10/kehidupan-masa-praaksara-di-indonesia.html
HAKEKAT HIDUP

Alasan Kuat Mengapa Kamu Harus Selalu Cuci Tangan Setelah Pipis
  

Kebiasaan mencuci tangan sebelum melakukan apa pun mungkin masih belum banyak diterapkan, apalagi setelah dari kamar mandi. Kamar mandi adalah salah satu bagian rumah yang paling kotor, meskipun kamu menyikatnya seminggu sekali.

BERHENTILAH MEMAKAI HANDPHONE SEBELUM TIDUR

 Ladies, apakah kamu punya kebiasaan mengecek smartphone sebelum tidur malam? Jika iya maka kamu harus segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Menggunakan ponsel alias smartphone secara intens sebelum tidur ternyata punya banyak sekali efek yang buruk untuk kesehatan tubuhmu. Berikut ini Vemale akan coba kupas satu persatu efek buruknya agar kamu semakin aware dan menghindari kebiasaan buruk ini Ladies.
  • Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar smartphone punya gelombang yang mampu mempengaruhi penglihatan. Menatap layar ponsel terlalu lama di malam hari sebelum tidur berpotensi merusak retina mata.
  • Cahaya biru yang dipancarkan oleh ponsel mempengaruhi produksi melatonin. Melatonin adalah salah satu hormon yang membantu seseorang untuk tidur dan mengatur siklus tidur. Biasa menggunakan ponsel di malam hari sebelum tidur dapat menyebabkan kurang tidur dan masalah kesehatan lain seperti depresi.
  • Selain mempengaruhi tidur, kekurangan hormon melatonin akibat radiasi sinar ponsel juga akan mempengaruhi asupan antioksidan dalam tubuh. Kurangnya zat antioksidan yang diperlukan tubuh bisa berakibat kurang baik untuk tubuh dan memperbesar risiko terjadinya kanker prostat atau payudara.
  • Saat tidur terpengaruh, maka kinerja otak dan memori juga terpengaruh. Orang yang kurang tidur, metabolisme tubuh dan aliran darah di otak akan terpengaruh sehingga kerjanya tak maksimal.
  • Melihat layar smartphone dalam kegelapan juga berakibat kurang baik untuk mata. Ini mampu menyebabkan mata jadi tegang dan sakit. Jika dilakukan terlalu lama secara permanen ini mampu merusak mata.
Ladies, sebisa mungkin jauhkan ponsel dari tempatmu tidur agar kamu bisa tidur dengan lebih berkualitas. Sekarang kamu memang masih belum merasakan efeknya, namun ada baiknya jika dicegah sedari dini. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
SUMBER: http://www.vemale.com/kesehatan/102655-ini-alasan-kamu-harus-berhenti-pakai-smartphone-sebelum-tidur.html
 INI ALASAN OBESITAS DAPAT MENYEBABKAN SAKIT GINJAL

 Penyakit ginjal dan obesitas memang merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Penyakit tidak menular ini memang sangat menakutkan karena menyebabkan kematian. Bahkan, obesitas erat kaitannya dengan penyakit ginjal.

Seperti pada tanggal 9 Maret  yang diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day - WKD) yang telah dirayakan hingga ke-12, memunculkan sebuah inisiatif bersama yang diselenggarakan oleh International Society of Nephrology (ISN) dan International Federation of Kidney Foundations(IFKF). WKD adalah acara yang paling banyak dirayakan dan difokuskan pada kesehatan ginjal di seluruh dunia.

Tema tahun ini adalah "Penyakit Ginjal dan Obesitas" yang memberi edukasi mengenai pendidikan pada konsekuensi berbahaya dari obesitas dan hubungannya dengan penyakit ginjal. Acara ini juga dilakukan sekaligus untuk menganjurkan gaya hidup sehat dan rekomendasi strategi pelayanan kesehatan sebagai cara mengatasi besarnya beban obesitas dan penyakit ginjal.

Obesitas telah menjadi epidemi di seluruh dunia. Pada tahun 2014 lebih dari 600 juta orang di seluruh dunia menderita obesitas dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat sebesar 40% atau lebih dalam dekade berikutnya. Obesitas dan berat badan berlebih (overweight) merupakan faktor risiko tertinggi kelima untuk kematian global. Hal ini karena obesitas, seperti yang sudah diketahui, adalah faktor risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi dan penyakit jantung.

Komplikasi obesitas yang kurang dikenal (tetapi sama pentingnya) adalah Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Obesitas dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis melalui berbagai cara. Di satu sisi, obesitas bisa berkontribusi secara tidak langsung, dengan menginduksi atau memperburuk diabetes dan hipertensi, yang telah diakui sebagai faktor risiko penyakit ginjal.


Obesitas adalah penyebab utama dari risiko ginjal dan penyakit mematikan lainnya | Photo: Copyright Thinkstockphotos.comObesitas adalah penyebab utama dari risiko ginjal dan penyakit mematikan lainnya | Photo: Copyright Thinkstockphotos.com


Di sisi lain, obesitas juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal secara langsung, dengan memberikan beban yang terlalu tinggi pada ginjal selama bertahun-tahun (tubuh yang lebih besar sebetulnya membutuhkan fungsi ginjal yang lebih besar), dan menyebabkan perubahan metabolik berbahaya seperti peradangan dan oksidasi.

Diperkirakan 13,8% dari PGK pada pria dan 24,9% dari PGK pada wanita di negara-negara industri dapat dikaitkan dengan berat badan berlebih atau obesitas. Selain hubungannya sekarang yang telah diketahui dengan penyakit ginjal kronis, obesitas juga telah diakui menjadi faktor risiko untuk batu ginjal, berbagai jenis kanker seperti kanker ginjal dan lain-lain. Individu yang terkena obesitas dibandingkan dengan individu dengan berat badan yang sehat memiliki peningkatan risiko sebesar 83% untuk menderita PGK.

Sekarang jelas bahwa keberhasilan penurunan berat badan dapat memperbaiki pengendalian diabetes dan tekanan darah tinggi. Ini juga bisa menurunkan risiko untuk terkena penyakit ginjal kronis.

"Cara terbaik untuk melawan penyakit ginjal kronis adalah pencegahan, oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi dan mengobati semua faktor risiko penyebab yang mungkin, seperti obesitas. Obesitas bisa dicegah dan diobati, tapi membalikkan arusnya akan membutuhkan upaya bersama bukan hanya dari penyedia layanan kesehatan, tetapi dari seluruh masyarakat," ungkap Dr Csaba Kovesdy, Profesor Nefrologi dari University of Tennessee Health Science Center, Memphis, TN, AS dan Kepala Nefrologi di Memphis Veterans Affairs Medical Center.

Menjaga kebugaran menurunkan tekanan darah tinggi dan obesitas, dua penyebab utama penyakit ginjal. Olahraga teratur dan aktivitas fisik membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit ginjal. Bergerak adalah tindakan yang sederhana tetapi penting dalam menciptakan hubungan antara kesehatan dan rutinitas sehari-hari.


sumber : http://www.vemale.com/kesehatan/102675-ladies-ini-alasan-obesitas-bisa-menyebabkan-sakit-ginjal.html

 MANFAAT SINAR MATAHARI